Minggu, Januari 15, 2012

Latee Adakan Penyuluhan Kesehatan

M. Kamil Akhyari, PPA Latee

Guluk-Guluk—Semakin banyaknya santri yang pulang karena sakit menjadi perhatian pengurus bagian Olahraga, Kesehatan, Kesenian dan Keterampilan (Orkestra) PP Annuqayah Latee. Ach. Faidal, Koordinator Orkestra, mencatat, sejak pergantian cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan tahun 2011 sudah sekitar 10 persen santri yang pulang karena sakit.

Mengantisipasi semakin banyaknya santri yang sakit, pengurus PPA Latee melalui Departemen Orkestra menggelar Penyuluhan Kesehatan di Mushalla PPA Latee lantai dasar, Kamis (13/1) malam.

Antisipasi pengurus menghadapi perubahan cuaca diakui memang terlambat. Tapi 80 persen pelaksanaannya dibilang sukses.

"Berdasarkan program kerja yang kami buat, penyuluhan Kesehatan sebenarnya sudah seharusnya terlaksana pada Desember (2011). Ini sebenarnya sudah terlambat, tapi karena banyak kendala baru bisa terlaksana pada Januari minggu kedua," cerita Ach. Faidal kepada saat ditemui di kantor Orkestra.

Penyuluhan Kesehatan yang merupakan program tahunan pengurus bagian Orkestra biasanya menggandeng Dinas Kesehatan untuk memberikan materi penyuluhan Kesehatan. Namun pada kali ini pengurus Orkestra menghadirkan Mudhar, S.Pd.I, pengobat Balai Kesehatan PP Annuqayah, sebagai pembicara.

"Penyuluhan kesehatan kali ini kami ingin lebih menekankan kepada ajakan untuk kembali ke pengobatan herbal, karena biasanya kalau pembicaranya dari Dinas penyampaiannya hanya menjelaskan pentingnya kesehatan secara umum," papar Koordinator Orkestra tersebut.

Mudhar dalam penyampaiannya banyak menjelaskan arti penting kesehatan tubuh dengan merujuk kepada nilai-nilai Islam sebagai penguat argumentasinya. Menurutnya, kesehatan masih dianggap tidak penting oleh kebanyakan santri sehingga terkadang kurang istirahat dan digunakan begadang sampai larut malam.

Maraknya santri yang kurang memperhatikan makanan yang sehat juga mengemuka dalam pemaparannya. Masih maraknya santri yang makan mi instan, sosis dan pentol adalah indikasi kurangnya kesadaran santri dalam menjaga kesehatan.

"Makanan yang suci saja tidak cukup. Dalam al-Qur'an halalan thayyiba," tutur Mudhar.

Selain itu, ia menjelaskan manfaat dan khasiat tumbuh-tumbuhan yang ada di sekeliling pesantren yang dapat dijadikan obat.

Sebelum mengahiri pembicaraanya, kepada santri ia memberikan kiat-kiat hidup sehat.

"Jika kita ingin sehat, makan yang teratur, minum air minimal dua liter sehari, dan olahraga minimal 90 menit dalam seminggu," paparnya.

Tidak ada komentar: