Selasa, Januari 24, 2012

Antisipasi Penyakit dengan Pengobatan Massal


Husnul Khatimah Arief, PPA Latee II

Guluk-Guluk—Pengurus Departemen Kesehatan dan Kebugaran PPA Latee II mengadakan program pengobatan massal di serambi Mushalla ar-Rahmah Jumat kemarin (20/1). Program ini dilakukan setiap setengah bulan sekali. Pada kesempatan itu, santri mendapatkan jamu instan hasil olahan santri Latee II sendiri lengkap dengan air hangat.

Pada awal bulan, setiap blok di PPA Latee II memang ditugaskan untuk membuat jamu instan dari berbagai bahan, seperti laos, jahe, temulawak, kunyit, wortel dan sebagainya. Lalu pada minggu kedua, hasil olahan tersebut dibagikan pada santri yang berkenan meminumnya.

Pembuatan jamu instan yang diolah santri ini sangat sederhana. Santri mengolah satu bahan yang hanya dicampur dengan gula. Katakanlah temulawak dengan gula, jahe dengan gula, atau kunyit dengan gula. Sebelum pembuatan jamu instan, setiap blok akan menerima 2 kg bahan dari pengurus bidang kesehatan dan kebugaran untuk diolah.

Khasiat dari jamu instan yang diolah itu bermacam-macam, yaitu bisa menurunkan panas, penambah nafsu makan, menyembuhkan penyakit mata, penangkal diare dan mengurangi gatal-gatal.

Melalui pengobatan ini, pengurus menginginkan santri bisa menjaga kebugaran tubuhnya agar terhindar dari berbagai penyakit. Apalagi sekarang adalah musim hujan yang rentan menimbulkan penyakit. Tentu saja hal ini menjadi perhatian khusus seluruh pengurus, khususnya yang menangani bidang kesehatan. Mereka mengkhawatirkan kesehatan santri yang tidak terjaga akan meningkatkan kuantitas santri yang sakit.

Maka untuk mengantisipasi hal itu, pengurus berupaya mencegah potensi datangnya penyakit dengan menyediakan instan untuk kebutuhan santri.

“Saat ini santri memang rentan sakit. Terlebih penyakit diare. Ya mungkin karena saat ini musim hujan. Saya kira, wajar. Makanya, kami berusaha menjaga kesehatan santri dengan cara pengobatan massal ini,” tutur Daimah, Koordinator Kesehatan dan Kebugaran,  seraya memberi sebungkus jamu pada salah seorang santri.

Dalam kesempatan itu, sekitar 30 santri dari 600-an santri yang terdapat di PPA Latee II mendatangi serambi mushalla untuk meminta jamu instan. Sedikitnya santri yang datang disebabkan oleh minimnya jamu instan yang disediakan oleh pengurus Kesehatan dan Kebugaran, yaitu sekitar dua toples. 

Terbatasnya jamu instan yang tersedia, lanjut Daimah, juga tak lepas dari sedikitnya produk instan yang dihasilkan santri, sementara pengobatan massal dilakukan selama dua kali dalam sebulan. 

Tidak ada komentar: