Kamis, April 29, 2010

Annuqayah Lepas 670 Siswa-Siswi Kelas Akhir SLTA


Ach. Fannani Fudlaly R, PPA Lubangsa

Guluk-Guluk—Selasa (27/04) kemarin, sebanyak 670 siswa-siswi kelas akhir (siska) tingkat SLTA sederajat se-Annuqayah berkumpul di Aula As-Syarqawi dalam rangka menghadiri acara lepas pisah. Ini adalah kegiatan terakhir para siswa-siswi dalam menempuh pendidikan tingkat atas, sebelum mereka melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Seluruh guru serta kepala sekolah dari satuan pendidikan tingkat atas se-Annuqayah diundang untuk menghadiri acara tersebut. Ruangan aula yang besar pun dipenuhi oleh para guru maupun siswa yang hadir.

Lepas pisah bersama tersebut dimulai sejak tahun 2008 lalu dengan tujuan agar para siswa-siswi kelas akhir di Annuqayah dapat berkumpul dengan yang lain tanpa melihat perbedaan jurusan di antara mereka, baik SMK, MA Tahfidh, serta lainnya.

“Lepas pisah memang selalu ada setiap tahunnya, dan disatukan dalam satu acara besar agar mereka dapat berinteraksi dengan yang lain tanpa melihat perbedaan jurusan,” papar Masduki, salah satu siswa kelas akhir MA Tahfidh sekaligus ketua panitia lepas pisah tersebut.

Selain itu, kegiatan ini adalah salah satu bentuk perayaan kelulusan mereka dalam menjalani UN yang juga sempat menjadi momok bagi para siswa-siswi kelas akhir, tak terkecuali di Annuqayah.

Acara yang dihelat sejak pukul 09.00-11.30 WIB itu dimulai dengan serangkaian acara, di antaranya adalah paduan suara oleh siswa kelas akhir yang menyanyikan mars Annuqayah serta pengarahan yang diberikan oleh Dewan Masyayikh Annuqayah.

Dari banyaknya siswa-siswi yang hadir, suasana ricuh tidak dapat ditenangkan oleh para panitia. Tak pelak, ketika memberikan pengarahan, KH A. Warits Ilyas sempat marah karena sejak beliau pertama memasuki aula sampai pembacaan ayat al-Quran, siswa-siswi belum selesai dengan perbincangan masing-masing.

“Waktu pertama saya masuk ke sini, waktu selanjutnya, waktu ayat al-Quran dilantunkan, saya denger rame, rame sekali. Itu tidak cocok untuk menunjukkan bahwa kita adalah pemuda-pemudi muslim. Semestinya, ketika ayat suci dilantunkan, kita harus mendengarkan,” kata beliau.

Dalam pengarahan lainnya, KH Ahmad Basyir AS mewanti-wanti kepada seluruh siswa kelas akhir yang lulus agar tetap mukim di pondok pesantren dan tidak meninggalkan Annuqayah sebelum Haflatul Imtihan Madrasah Annuqayah (HIMA) yang sudah tinggal 2 bulan lagi.

Di akhir acara semua siswa-siswi diberikan kesempatan satu persatu oleh panitia untuk sungkem serta meminta maaf kepada semua guru yang hadir pada waktu itu atas kesalahan dan dosa yang diperbuat selama menempuh pendidikan.

Di tempat para siswi, suasana haru serta isak tangis menyelimuti sebagian dari mereka saat sungkem kepada guru masing. Mereka terlihat tak kuasa menahan tangis.

2 komentar:

M. Faizi mengatakan...

Mohon maaf karena pada acara ini saya tidak datang. Sukses buat semua.

izZi aHmad mengatakan...

Perpisahan Itu terasa kemarin,,
padahal udh thn 2010 lalu,,
aku rindu tmen-temen SMA ku dlu,,
SMA 1 Annuqayah.. tmpt blajarku dlu,,
terimakasih buat SMA 1 Annuqayah