Senin, November 17, 2008

Nahkoda Baru IKSAPUTRA

Ach. Taufiqil Aziz, PPA Lubangsa

GULUK-GULUK—Setelah menutup aktivitas—sekaligus menandakan berakhirnya masa bakti 1428-1429 H.—pada Senin kemarin (11/11/08), kini IKSAPUTRA (Ikatan Santri Pantai Utara) akan menapaki babak baru pemerintahan, sehingga pada Kamis (13/ 11/08) dilaksanakan SI (Sidang Istimewa) yang berfungsi untuk memilih penasihat, DPA (Dewan Perwakilan Anggota) dan ketua IKSAPUTRA yang baru.
Setelah melalui pemilihan yang LUBER (langsung, umum, bebas, dan rahasia) dan JURDIL (jujur dan adil), maka dari 31 suara, terpilihlah M. Anwari sebagai penasihat dengan memperoleh 20 suara, sedangkan rivalnya hanya memperoleh 1-3 suara. Sedangkan untuk DPA, terpilih Nurul Hidayat dengan 21 suara, sedangkan Tsabit, hanya 9 suara, dan 1 suara tidak sah.
Setelah pemilihan penasihat dan DPA, maka dipilihlah ketua IKSAPUTRA. Proses pemilihan berlangsung menegangkan. Awalnya, ketika pemilihan balon (bakal calon), Ahmad Daniyal memperoleh 12 suara, mengungguli M. Faiz Arifanto yang hanya memperoleh 11 suara. Sisanya diperoleh Lukman dan Rahman. Dengan demikian, yang masuk menjadi calon adalah Ahmad Daniyal dan M. Faiz Arifanto. Setelah dilakukan pemilihan kembali, ternyata situasi berbalik arah: M. Faiz mendapatkan 20 suara, dan Ahmad Daniyal hanya memperoleh 11 suara.
Terpilihnya, M. Faiz mengejutkan banyak kalangan, karena selama ini isu yang tersebar, ketua IKSAPUTRA yang baru adalah Ahmad Daniyal. Bahkan, M. Faiz termasuk ‘tim sukses’nya. Kenapa hal itu bisa terjadi? Setelah dikonfimasi kepada Ketua Panitia SI, Maswari, dia menyatakan, “Itulah bedanya pemilihan kepemimpinan di pesantren dan non-pesantren; di pesantren meskipun telah menjadi ‘tim sukses’ tetap berhak dipilih menjadi ketua.”

Tidak ada komentar: