Sabtu, Februari 04, 2012

Diniyah Sore Latee Sanksi Lebih dari 100 Santri Bermasalah

Umarul Faruq, PPA Latee

Guluk-Guluk—Madrasah Diniyah Annuqayah Latee, yang disingkat Madal, kembali menunjukkan keseriusannya dalam menangani santri yang jarang masuk kelas. Selama tiga malam berturut-turut, terhitung sejak Ahad malam (29/1) hingga Selasa malam (31/1) kemarin, pengurus Madal yang bekerja sama dengan Pengurus Departemen Pengajian Al-Quran dan Kitab Kuning PPA Latee memanggil lebih dari 100 orang santri ke kantor Madal untuk disanksi. Mereka adalah para santri yang bermasalah dengan absensi di Madrasah Diniyah Sore PPA Latee.

Madrasah Diniyah Sore merupakan program baru Madal yang dilaksanakan secara bekerja sama dengan Departemen Pengajian al-Quran dan Kitab Kuning PPA Latee. “Karena terbilang baru, program ini tidak begitu mendapat perhatian dari santri,” kata Ach. Zairi selaku penanggung jawab dari Diniyah Sore ini.

“Kami perlu membuktikan bahwa program ini bukan main-main. Oleh Karena itulah kami bertindak tegas,” tambahnya.

Program yang hanya diwajikan untuk tingkat Isti’dadi dan tingkat Ibtida’i kelas 1 dan 2 ini baru berjalan selama satu bulan. Hasil rekap absensi untuk bulan pertama menunjukkan ada 139 santri yang kehadirannya bermasalah. Rinciannya: 26 santri dari kelas Isti’dadi A, 7 santri dari Isti’dadi B, 15 santri dari Isti’dadi C, 15 santri kelas 1A, 22 santri kelas 1B, 21 santri kelas 1C, 9 santri kelas 2A, 18 santri kelas 2B, dan 6 santri kelas 2C.

“Mereka adalah santri yang alpanya mencapai minimal angka 4 dalam satu bulan,” jelas Ach. Zairi.

Banyaknya santri yang absen, menurutnya, disebabkan oleh tiga faktor utama. Pertama, program ini masih baru, sehingga santri tidak menanggapinya seserius Diniyah Malam. Kedua, terjadinya benturan waktu dengan kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan setiap SLTA di Annuqayah. Ketiga, semarak haflah tengah tahunan yang berupa Class Meeting di beberapa lembaga sekolah formal.

Untuk faktor yang kedua, pengurus Madal memberikan toleransi bagi santri yang mengiikut kegiatan ekstra di lembaga sekolah formal. Tapi dengan syarat harus ada surat pemberitahuan dari pihak lembaga bersangkutan tentang nama-nama santri peserta kegiatan ekstra tersebut dan disertai dengan jadwal kegiatannya.

Namun, menurut pengakuan Ach. Zairi, hingga saat ini data yang masuk ke pengurus Madal masih ada dua, yaitu dari MA Tahfidh Annuqayah dan SMA Annuqayah. Itu pun yang dari SMA hanya kelas XII saja, yaitu peserta bimbingan khusus (bimsus) untuk persiapan Ujian Nasional. Hal ini menurutnya juga berpengaruh terhadap banyaknya alpa santri di Diniyah Sore. Sebab santri yang tidak masuk Diniyah Sore tanpa adanya keterangan yang dapat dipercaya akan dicatat alpa, apa pun alasannya.

Namun dari total 139 santri yang tercatat bermasalah, tidak semuanya diberi sanksi. 36 santri di antaranya dinyatakan lolos dari sanksi dengan alasan betul-betul mengikuti kegiatan ekstra di sekolah formal. Sedangkan 103 santri sisanya harus rela mengaji al-Qur’an sambil berdiri di depan kantor Madal sebagai sanksi. Panjang surat yang dibaca tergantung pada jumlah alpa yang dibuatnya.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

hahahahahahahahahah
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk