Senin, Oktober 13, 2008

Melihat Persiapan Pramuka Dinggo Annuqayah ke Jambore ASEAN

Kursus Kilat Bahasa Inggris Selama Sebulan


Kelompok Pramuka Dinggo Annuqayah, Guluk-Guluk, patut berbangga. Karena mereka satu-satunya yang akan mewakili Jawa Timur ke Jambore Asean atau Asean Scout Jamboree 2008di Buperta, Cibubur, Jakarta Timur. Bagaimana persiapan mereka?

ZAITURRAHIEM, Sumenep

Komplek Pondok Pesantren Annuqayah dimana kelompok Dinggo berkantor terlihat masih sepi. Maklum saja, sejak awal Ramadan hingga 10 Oktober kemarin, ribuan santri masih liburan.
Tetapi, bukan berarti semua aktivitas di komplek itu mati. Meski tidak seramai saat masuk, markas kelompok Pramuka Dinggo yang berada di sisi kiri pintu masuk menuju ponpes tersebut terlihat terbuka.
Jalan menuju markas korp pramuka ini, lumayan sulit. Koran ini, harus berjalan kaki menyusuri jalan kecil yang di samping kanan-kirinya gedung sekolah yang cukup besar. "Assalamualaikum," ujar koran ini mengetuk pintu kantor.
Beberapa menit kemudian, muncul lelaki dengan postur tubuh sedang dari arah utara sambil menanyakan keperluan koran ini. Rupanya pria tersebut adalah Adnan Hariswanto, salah seorang pembinan kelompok Pramuka Dinggo.
Kepada koran ini, Adnan pun menceritakan tentang perjuangan kelompoknya hingga mendapat kepercayaan sebagai duta Jawa Timur di even bergengsi. Baginya, mengikuti jambore Asean merupakan sebuah kehormatan. Kegiatan ini akan menjadi pengalaman paling berharga.
"Kita mungkin akan banyak bertukar pengalaman dengan pramuka dari negara lain. Ini pengalaman yang sangat berharga," ujarnya.
Apalagi, tidak semua kelompok pramuka mendapat kesempatan mengikuti pelaksanaan jambore tersebut. "Kami senang dan sangat bangga dengan penghormatan ini," ungkapnya.
Sampai saat ini, kelompok Pramuka Dinggo yang rencananya berangkat ke gelanggang Jambore Asean pada 15 Oktober mendatang masih kekurangan bekal. Padahal, dalam pelaksanaan jambore nanti, biaya menjadi bagian terpenting.
Untuk mewujudkan impian menjadi yang terhebat di jambore nanti, selama sebulan semua anggota Dinggo digodok penguasaan bahasa asing. Mereka mengikuti kursus kilat Bahasa Inggris.
Hasilnya, sejumlah anggota mulai fasih berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. "Syukurlah, mereka semua bersemangat dan tekun berlatih. Semoga, menjadi awal bagi Dinggo sebagai yang terbaik," harapnya. (*/zr/fiq)


Sumber: Radar Madura, 11 Oktober 2008.

Tidak ada komentar: