Minggu, Agustus 31, 2008

Kunjungan Menteri Riset dan Teknologi ke Pesantren di Sumenep dan Rembang

Madura, 27 Agustus 2008- Menteri Riset dan Teknologi, Prof. Kusmayanto Kadiman meresmikan pemasangan jaringan internet tanpa kabel (internet wirless) di Pesantren Annuqayah di Sumenep , Madura, Jawa Timur. Fasilitas ini adalah hasil kerjasama kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi dengan Pesantren Annuqayah yang merupakan salah satu Pesantren yang termasuk didalam program Sampoerna Foundation MQIP (Madrasah Quality Improvement Program).

Sebelumnya Bapak Prof. Kusmayanto Kadiman juga telah melakukan kunjungan ke Pesantaren Raudlatuth Tholibin di Rembang, Jawa Tengah (11/07). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau perkembangan dari penggunaan Warung Informasi Teknologi (Warintek) di Pesantren dimana sebanyak empat unit komputer telah diserahkan dan pelatihannya (Open Source System Ubuntu Moslem Edition) telah dilaksanakan dari tanggal 4-6 Mei 2008. Selain itu, Menristek juga melihat bantuan fasilitas penjernihan air dari BPPT dan pelatihan teknologi pengolahan ikan bandeng dari LIPI.

Hasil dari penjernihan air diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air minum santri dan masyarakat sekitar pesantren dan diharapkan bisa menjadi komoditas yang dapat dijual dengan harga terjangkau dan hasilnya dapat digunakan untuk pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di pesantren.

Ini adalah salah satu bagian dari rencana panjang pemerintah Indonesia untuk meningkat dunia teknologi dan informasi di Indonesia. Selain menjaring ahli-ahli di bidang teknologi dan informasi serta memprakasai berbagai proyek, seperti e-government, Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) dan juga mengadakan pelatihan-pelatihan penggunaan perangkat Informasi Teknologi.

Sampoerna Foundation sangat mendukung program pemerintah Indonesia untuk menerapkan penggunaan teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT=Information and Communication Technologies) dalam dunia pendidikan. Beberapa pelatihan dalam bidang ICT telah dilakukan di pondok-pondok pesantren yang tergabung dalam MQIP antara lain pelatihan Microsoft Access di Pondok Pesantren Annuqayah tanggal 31 Oktober – 5 November 2007, pelatihan pengembangan situs dan perpustakaan digital di Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin pada tanggal 12-13 April 2008, Open Source System and Web Server pada tanggal 10 sampai 12 Agustus 2008 di Pesantren Annuqayah, Sumenep.

”Ini adalah bagian dari kerjasama Sampoerna Foundation dengan Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin melalui Program Madrasah Quality Improvement Program (MQIP). Program ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren-pesantren di Indonesia .” ujar Eddy F. Henri , Director of Programs and Alumni Affairs Sampoerna Foundation.

Menurut data Departemen Pendidikan Nasional, 30% siswa Indonesia mengenyam pendidikannya di madrasah dan sebagian besar pelajar tersebut berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah yang tentunya tidak memiliki biaya untuk pendidikan. Banyaknya jumlah siswa yang tidak mampu mendapatkan pendidikan berkualitas inilah yang akhirnya mengakibatkan mudahnya pengaruh grup-grup ekstrim yang kerap menawarkan solusi jangka pendek terhadap permasalah kemiskinan yang dihadapi para pelajar madrasah.

Sejak Februari, 2006 Sampoerna Foundation melalui program MQIP (Madrasah Quality Improvement Program) telah bekerjasama dengan, Pondok Pesantren Annuqayah Madura dan Pondok Pesantren Raudlatuth Tholibin, Rembang. Di Pondok Pesantren Annugqayahm Sampoerna Foundation berpartner dengan dua Madrasah Aliyah yaitu Madrasah Aliyah 1 Annnuqayah Putri dan MADRASAH Aliyah 1 Annuqayah Putra. Sementara di Pondok Pesantren Raudlatuth Tholibin, Rembang yang menaungi Madrasah Diniyah Ruadlatuth Tholibin Banin, Sampoerna Foundation berpartner juga dengan Madrasah Mu’allimin Mu’allimat dan Madrasah Aliyah Negeri Rembang. Jadi di kedua lokasi tersebut ada lima madrasah yang dibina oleh Sampoerna Foundation melalui program MQIP.

Melalui kerjasama ini, Sampoerna Foundation mengharapkan dapat melaksanakan komitmennya terhadap peningkatan kualitas guru, manajemen sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, sehingga nantinya dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas serta memperbaiki citra Islam sebagai pemimpin kebudayaan, plurasime dan perdamaian.


Sumber: http://www.sampoernafoundation.org/content/view/1287/342/lang,id/

Jumat, Agustus 29, 2008

Pesantren Lokomotif Kemajuan

Menristek: Madura Lumbung Santri dan Intelektual

Radar Madura, 28 Agustus 2008

GULUK-GULUK-Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Dr Kusmayanto Kadiman mengimbau pesantren bisa menjadi sumbu bagi perkembangan teknologi di Madura. Sebab, dilihat dari sejarahnya, sejak berdiri pesantren dikenal sebagai lembaga keagamaan yang juga punya semangat memerjuangkan persoalan kemanusiaan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Identitas tersebut harus selalu dikembangkan. Sehingga, upaya menjadi pulau (Madura) yang maju, baik dalam persoalan ilmu pengetahuan, pertumbuhan ekonomi, dan sosial kemasyarakatan, segera terwujud," kata Kusmayanto di hadapan sekitar seribu undangan dalam Sarasehan Teknologi untuk Kemanusiaan di Aula Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, kemarin.
Menurut Menristek, selama ini Madura dikenal sebagai lumbung para santri dan intelektual. Jika dibanding dengan daerah yang lain di Jawa Timur, Madura sebagai pulau yang mempunyai pesantren terbanyak.
Nah, dengan jumlah pesantren yang banyak tersebut, Madura menjadi pulau yang terus menarik simpati banyak kalangan. Apalagi, keberadaan pesantren dari hari ke hari terus mewarnai perkembangan Madura.
Dikatakan, semangat perjuangan pesantren dalam memajukan Madura bisa dilihat dari kiprah kalangan pesantren sendiri. Sehingga, tak berlebihan jika komponen masyarakat luar Madura menilai pesantren menjadi lokomotif bagi kemajuan komunitas Madura.
Kondisi inilah yang memicu kementerian ristek untuk merangkul pesantren dalam mengampanyekan pentingnya memaknai teknologi. Alasannya, majunya teknologi di Madura juga akan menjadi bukti bahwa sumber daya manusia (SDM) Madura patut perhitungkan.
Menristek menjelaskan, pilihan menggandeng pesantren sebagai mitra dalam mengembangkan teknologi di Madura, karena di pesantren ada ilmu dan ulama. Dengan terjunnya ulama, diharapkan bisa menjadikan perkembangan teknologi bermanfaat bagi kemaslahatan umat. "Ulama dan ilmu akan menjadi kekuatan serta pijakan dalam memajukan Pulau Madura ini," tandasnya.
Kusmayanto menepis asumsi yang menganggap pesantren tak peduli kemajuan. Bahkan, dengan tegas dia menganggap pesantren adalah tempat lahirnya para intelektual. Khususnya, intelektual di Madura.
"Tidak benar kalau pesantren itu kuno. Justru dari pesantrenlah bermunculan banyak intelektual-intelektual terkemuka," tegasnya.
Dengan realitas itu, dia mengharapkan komponen pesantren bisa terus berbenah. Menristek mengingatkan, teknologi bagian yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Kini Madura mulai menapaki masa kemajuannya sendiri. Sehingga, lapisan pesantren dan semua masyarakat bisa bersama mengembangkan kemajuan teknologi bagi Madura.
Sarasehan diakhiri dengan pembacaan doa oleh Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah KH Ahmad Basyir AS. Hadir Wakil Bupati Sumenep Moh. Dahlan, sejumlah pejabat pemkab, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan pelajar di lingkungan Pesantren Annuqayah sendiri. (tur/mat)

URL: http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=22957

Pesantren Bisa Kembangkan Teknologi

PT Sido Muncul Berikan Bantuan ke Pesantren Annuqayah

Kamis, 28 Agustus 2008 16:18 WIB

SUMENEP, KOMPAS - Pondok pesantren merupakan salah satu pusat tumbuhnya tokoh-tokoh intelektual Islam. Karena itu, pesantren menjadi tempat potensial bagi pengembangan teknologi. Hal itu diungkapkan Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, Rabu (27/8), dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.
"Selama ini berkembang mitos bahwa pesantren merupakan sebuah komunitas yang tertinggal dari dunia modern. Saya ingin melawan mitos tersebut," kata Kusmayanto.
Ia mengatakan, mitos tersebut muncul karena sebagian orang justru membuat jembatan antara dua hal, yaitu ulama dan ilmuwan. Padahal, keduanya harus saling mendekatkan diri agar kesejahteraan masyarakat terwujud.
Banyak pesantren telah masuk jejaring teknologi komputer di Indonesia melalui pemanfaatan internet untuk penyebaran teknologi tepat guna. "Lewat internet, mereka tidak hanya saling berbagi berita, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai penerapan teknologi," ujarnya.
Hingga tahun 2008 ini, sekitar 99 pesantren di seluruh Indonesia telah memanfaatkan pembelajaran melalui teknologi internet. Menurut dia, penekanan teknologi di pesantren harus menjadi virus positif yang mampu berkembang hingga daerah paling pelosok. Nilai tambah
Bagi Kusmayanto, saat teknologi mampu dikenal secara umum, masyarakat akan mendapatkan nilai tambah ekonomi yang akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. Peningkatan nilai tambah melalui teknologi akan dirasakan mulai produsen, pedagang, hingga konsumen.
"Teknologi adalah paduan sempurna dari ilmu, rekayasa, seni, dan ekonomi. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, semua komponen masyarakat akan merasakan manfaatnya," tuturnya.
Pada waktu bersamaan, PT Sido Muncul memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta pada Pondok Pesantren Annuqayah, khususnya untuk pengembangan teknologi tepat guna. Selain itu, sumbangan Rp 50 juta juga diberikan pada enam panti asuhan di tempat yang sama, di antaranya Yayasan Al-Muttaqin, Yayasan Al-Khafil, Yayasan Aqobah Batu Ampar, dan Al-Falah Karang Sokon.
Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, pengembangan teknologi di lingkungan pesantren merupakan salah satu jalan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Berawal dari para santri, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat daerah terpencil akan terangkat. (ABK)

URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/28/16183228/pesantren.bisa.kembangkan.teknologi.

Jumat, Agustus 22, 2008

Belajar Menangani Sampah


Guluk-Guluk – Bagaimana perasaan anda saat melihat lingkungan tempat tinggal anda kotor oleh sampah yang berserakan? Sudah barang tentu tidak suka! Persoalan Sampah memang semakin ruwet karena berkenaan dengan banyak orang dan macam perilakunya. Masih banyak orang yang tidak menyadari atau bahkan tidak berusaha peduli terhadap masalah lingkungan ini. Sehingga, disamping masalah penanganan sampah tantangan yang juga harus dihadapi adalah penyadaran terhadap banyak orang tentang bahaya-bahaya dari apatisme terhadap sampah.
Pondok Pesantren, sebagai lembaga yang notabene banyak menyimpan nilai-nilai luhur cinta lingkungan, harus berjuang untuk menyadarkan para santrinya agar kecintaan mereka terhadap lingkungan semakin tinggi. Di samping penyadaran, diperlukan juga pendidikan keterampilan yang berkaitan dengan hal tersebut.
Pondok Pesantren Annuqayah bekerjasama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi RI bekerjasama mengadakan Pelatihan Pengolahan Sampah Terpadu yang bertujuan untuk memberikan penyadaran tentang penanganan sampah dan melatih berbagai keterampilan untuk menangani sampah tersebut.
Pelatihan Pengolahan Sampah Terpadu ini diselenggarakan di Auditorium Madaris III Annuqayah pada tanggal 19-20 Agustus 2008. Diikuti oleh 120 peserta yang berasal dari lembaga-lembaga pendidikan dan pesantren di kabupaten Sumenep. Tim Fasilitator adalah dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi RI dan BPPT, yakni Drs. Suprapto, M.Sc, Ir. Muhammad Yusman, dan Acep Waluyo.
“Kami merekrut peserta dari berbagai pesantren di seluruh kab. Sumenep agar dampak dari pelatihan ini tidak hanya bisa dirasakan oleh Annuqayah saja,” demikian dipaparkan oleh Koordinator Panitia M. Zamiel El-Muttaqien. Menurut Zamiel, pelatihan ini bisa menjadi starting point untuk gerakan penanganan sampah di kab. Sumenep.
Hari pertama peserta diperkenalkan dengan berbagai wawasan tentang persoalan sampah yang terjadi dimana-mana dan dampaknya terhadap kehidupan manusia. Menurut Suprapto dalam pemaparannya, Konsep pengelolaan sampah secara terpadu yang meliputi proses pengurangan volume timbulan sampah & penanganan sampah sedekat mungkin dari sumbernya dengan pendekatan melalui : Aspek teknologi, hukum & peraturan, organisasi & manajemen, ekonomi, lingkungan, peran aktif masyarakat.
Ada 3 hal yang dapat dilakukan untuk menangani masalah sampah, yakni: Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali) dan Recycle (Mendaur Ulang).
Pada hari yang kedua, peserta diajak untuk berpraktek memilah sampah antara yang organik dan anorganik. Setelah sampah-sampah dipisahkan, maka diberikan pelatihan pembuatan kompos. Setelah itu, berlatih memanfaatkan kertas bekas menjadi kertas baru dan membuat kertas seni dari pelepah pohon pisang.
“Alhamdulillah, peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Dengan ini kami bisa berharap banyak, ketika mereka telah kembali ke lembaga masing-masing mereka bisa menularkan ilmu yang didapat di sini dan melakukan kerja-kerja penanganan terhadap sampah”, demikian dituturkan oleh Zamiel.

Rabu, Juni 11, 2008

INFORMASI PENERIMAAN SISWA-SISWI BARU MADRASAH/SEKOLAH DI LINGKUNGAN PP ANNUQAYAH TAPEL 2008/2009

I. Muqaddimah

Pondok Pesantren Annnuqayah sejak dirintis dan didirikan oleh K.H. M. Syarqawi pada tahun 1987 hingga saat ini telah mengalami perkembangan dan kemajuan dalam bebagai hal. Di antara perkembangan yang mengemuka, saat ini ini Pondok Pesantren Annnuqayah telah memiliki berbagai lembaga pendidikan formal dari semua jenjang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan.

Pendidikan dengan sistem kelas yang mulai dirintis oleh Kiai Khazin Ilyas pada tahun 1933 saat ini berupaya mengakomodasi bermacam minat dan kebutuhan masyarakat. Untuk tingkat SLTA, misalnya, di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah terdapat tujuh lembaga dengan konsentrasi jurusan IPS, IPA, tahfizh, dan kejuruan (perkantoran).

Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan formal tersebut di lingkungan pesantren merupakan nilai lebih tersendiri yang memungkinkan para siswanya untuk lebih mendalami ilmu-ilmu keagamaan secara lebih intens, yang salah satu tujuan utamanya adalah untuk memebentuk kepribadian muslim yang utuh dan tangguh.

Selain itu, di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah juga terdapat banyak kegiatn ekstra dan unit-unit kegiatan yang dapat mengasah minat dan potensi siswa, seperti pengajian kitab, kursus bahasa asing (Arab dan Inggris), perpustakaan, pramuka, Sekolah Pengabdian Masyarakat (BPM-PPA), sanggar seni, penerbitan, dan sebagainya.

II. Tujuan

Mulai tahun pelajaran 2008/2009 ini, Penerimaan Siswa Baru di semua lembaga pendidikan formal di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah dilakukan melalui satu pintu. Adapun tujuannya adalah :

  1. Memperkuat rasa kebersamaan di antara berbagai unit lembaga pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Annnuqayah;
  2. Mengokohkan manajemen dan administrasi penerimaan siswa baru di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah;
  3. Memberi kesempatan kepada calon siswa baru untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan utuh tentang semua unit lembaga pendidikan yang ada di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah

III. Syarat Penerimaan

Taman Kanak-Kanak (TK)

1. Usia minimal 4 tahun

2. Siswa diantar oleh orang tua atau wali ke tempat pendaftaran

Madrasah Ibitidaiyah (MI)

1. Usia minimal 6 tahun atau berijazah RA/TK

2. Siswa diantar oleh orang tua atau wali ke tempat pendaftaran

3. Sanggup menyelasaikan studi sampai selesai

Madrasah Tsanawiyah (MTs)

1. Berijazah MI/SD/Sederajat

2. Calon siswa datang sendiri ke tempat pendaftaran

3. Bagi calon siswa di lingkungan Madaris I Annuqayah bersedia mukim di Pondok Pesantren Annuqayah dan mematuhi peraturan Pondok Pesantren Annuqayah.

4. Siswa diperbolehkan tidak mondok dengan syarat :

a. Tetangga pondok

b. Tidak boleh membawa sepeda motor

c. Mendapat rekomendasi dari Dewan Masyayikh PP. Annuqayah surat permohonan yang diajukan sekolah/madrasah kepada PP. Annuqayah untuk kemudian mendapatkan rekomendasi dari Dewan Masyayikh Annuqayah.

5. Sanggup menyelesaikan studi sampai selesai

Madrasah Alliyah(MA) Madrasah Aliyah Tahfid(MAT) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan(SMK)

1. Berijazah MTs/SMP/Sederajat

2. Calon siswa datang sendiri ke tempat pendaftaran

3. Bagi calon siswa di lingkungan Madaris I Annuqayah bersedia mukim di Pondok Pesantren Annuqayah dan mematuhi peraturan Pondok Pesantren Annuqayah.

4. Siswa diperbolehkan kalong dengan syarat :

    1. Tetangga pondok
    2. Tidak boleh membawa sepeda motor
    3. Mendapat rekomendasi dari Dewan Masyayikh PP. Annuqayah surat permohonan yang diajukan sekolah/madrasah kepada PP. Annuqayah untuk kemudian mendapatkan rekomendasi dari Dewan Masyayikh Annuqayah.

5. Sanggup menyelesaikan studi sampai selesai

IV. Syarat Pendaftaran

  1. Mengisi formulir yang telah disediakan panitia
  2. Menyerahkan foto copy STTB :
    • RA/TK (untuk MI)
    • MI/SD/Sederajat (untuk MTs)
    • MTs/SMP/Sederajat (untuk MA/MAT/SMA/SMK)
  3. Menyerahkan STL, masing-masing 2 lembar yang dilegalisir
  4. Jika persyaratan point 2 belum ada, bisa menyerahkan Surat Keterangan Lulus dari kepala sekolah
  5. Foto terbaru hitam putih ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar
  6. Semua berkas di atas dimasukkan ke dalam stopmap warna Hijau (untuk TK), Biru (untuk MI), Kuning (untuk MTs) dan Merah (Untuk MA/MAT/SMA/SMK)

V. Waktu dan Tempat Pendaftaran

  1. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 1 -20 Juli 2008, setiap jam kerja (pukul 08.00 – 12.00 WIB)
  2. Tempat pendaftaran:
    • Putra : Kantor Pusat Pondok Pesantren Annnuqayah
    • Putri : Ruang Kelas MA. 1 Annuqayah Putri

VI. Tes Seleksi

Tes seleksi hanya dilaksanakan untuk jenjang pendidikan MTs, MA, MAT, SMA, dan SMK. Waktu tes seleksi penerimaan siswa baru akan dilakasanakan pada tanggal 22 – 26 Juli 2008.

VII. Materi Tes

  1. Pengetahuan Agama Islam (Al-Qur’an Hadist, Aqidah Akhlak, dan Fiqh)
  2. Pengetahuan Umum (Bahasan Indonesia , Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Matematika)
  3. Pengetahuan Khusus akan dilaksanakan oleh sekolah/madrasah masing-masing

VIII. Waktu dan Tempat Tes Seleksi

  1. Tanggal 22 – 24 Juli 2008, pukul 14.00 – 16.00 WIB (Materi tes point 1 -2)
  2. Tanggal 25 – 26 Juli 2008, pukul 14.00 – 16.00 WIB (Materi tes point 3)
  3. Tempat tes :
    • Putra : Ruang kelas MTs. 1 Annuqayah Putra
    • Putri : Ruang Kelas MTs. 1 Annuqayah Putri

IX. Pengumuman

Pengumuman Pelulusan pada tanggal 30 Juli 2008 di Kantor Pusat Pondok Pesantren Annuqayah atau di setiap Madrasah/Sekolah di lingkungan Pondok Pesantren Annnuqayah.

X. Herregistrasi

  1. Herregistrasi akan dilaksanakan pada tanggal 31 Juli sampai dengan 1 Agustus 2008 di masing-masing sekolah/madrasah
  2. Pesyaratan hereegistrasi sesuai dengan ketentuan masing-masing sekolah/madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Annnuqayah.

XI. Gelombang Kedua

Pelaksanaan gelombang kedua akan disampaikan melalui informasi yang akan ditentukan di kemudian hari.

XII Lain-lain

Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung di Kantor Pusat Pondok Pesantren Annnuqayah Guluk-Guluk Sumenep telp. 0328-823341 atau contac person : K. Alawi Thaha, S. Ag. (0817 372 283) dan Muhammad Afnan (0818 031 488 25)

Guluk-Guluk, 8 Juni 2008

Panitia,

K. Alawi Thaha, S. Ag.

K e t u a

Sabtu, April 14, 2007

Sampoerna Foundation Garap Madrasah dan Pesantren

Balikpapan, 12 April 2007 17:08

Sampoerna Foundation United Schools Program (SF USP), yang bertujuan meningkatkan kualitas sekolah, mulai menggarap Madrasah Aliyah dan bahkan pesantren.
Kabar gembira itu disampaikan Akbar Ismail, Program Officer Sampoerna Foundation alam kesempatan jumpa pers di Balikpapan, Kamis (12/4).
"Program itu disebut Madrasah Improvement Program (MIP)," katanya. MIP ini baru digagas awal 2007 lalu. Sejauh ini sudah dua madrasah yang menjadi binaan, di antaranya, Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Annuqoyah, Guluk-guluk Madura, dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Raudhatul Thalibin di Rembang.
Menurutnya, konsep yang dikembangkan tidak jauh berbeda dengan penggarapan sekolah-sekolah umum yang sejauh ini sudah dilaksanakan. "Ke depan akan kita kembangkan lagi," paparnya.
Sementara itu di Balikpapan, untuk SF USP dipilih SMA Negri 2 sebagai binaan. Di luar itu masih ada sekolah lainnya, seperti SMA Negeri 2 Banyu Asin Palembang dan SMA Negeri 11, Bandung.
Kini, SF USP telah memiliki 14 sekolah binaan yang dibiayai SF dengan beberapa mitra. Diharapkan tahun 2007 ini jumlah sekolah yang menjadi binaan bertambah menjadi 22 sekolah. "Target kit minimal di setiap satu daerah ada satu sekolah unggulan," tambah Akbar.
Sedangkan SMA Negeri 2 Balikpapan, sebagai salah satu sekolah yang diadopsi pada periode pertama perjalan SF USP, telah menjalani program peningkatan kualitas kepala sekolah, guru, kurikulum, dan manajemen sekolah seperti leadhership training untuk kepala sekolah dan siswa, ESQ dan toastmaster untuk siswa.
Ada pula pelatihan mata pelajaran (subject content training) untuk para guru. Bahkan, lanjut Akbar, di SMA Negeri 2 Balikpapan telah secara rutin menggelar subject content training untuk para guru dari SMA-SMA lain di Balikpapan. "Nah, kedatangan kita ke Balikpapan untuk mengetahui sudah sejauh mana perkembangannya," katanya. [ST]


Sumber: http://www.gatra. com/artikel. php?id=103762

Rabu, April 11, 2007

Diagnosis Sampoerna Foundation untuk Program Peningkatan Mutu Madrasah


Subaidi, Sekretariat PPA

Menindaklanjuti kerja sama Program Peningkatan Mutu Madrasah Sampoerna Foundation bekerja sama dengan PP Annuqayah, SF mengirimkan tim diagnosis dari CeQDA (Centre for Quality and Assurance) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke PP Annuqayah Guluk-Guluk. Fokus kegiatan ini bertujuan untuk menggali informasi dan memetakan kebutuhan dan potensi lembaga mitra, baik yang bersifat fisik atau nonfisik, yang selanjutnya akan direkomendasikan kepada SF sebagai acuan dasar penyusunan program kerja selama program kemitraan berlangsung. Kegiatan ini difokuskan di dua Madrasah Induk yakni Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putra dan Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Putri.
Tim CeQDA beranggotakan Bapak Dr. Suparto dan Salamah Agung, M.Sc., didampingi Amir Ma’ruf sebagai penanggung jawab eksekutif program dan Toni Driyantono sebagai konsultan. Tim diagnosis ini mulai bekerja sejak hari kamis tanggal 5 April sampai selasa 10 April 2007.
Untuk keperluan diagnosis tersebut ditempuh tiga cara: Pertama, kuisioner, melibatkan beberapa responden. Dari unsur Masyayikh, Pengurus PPA dan Yayasan: K.H. Moh. Ishomuddin AS, K.H. A. Warits Ilyas, K.H. A. Basith AS, K.H. A. Hanif Hasan, K. Alawi Thoha, K.H. A.Muqsith Idris, H.A. Pandji Taufiq, Ny. Hj. Layyinah, Ny. Najahatin Muqsith, Ny. Istifadah Warits, Ny. Hj. Nafhah Basyir, Ny. Helyah Ishom, Ny. Hj. Fathaturrahmah. Kepala Sekolah : K. Muhammad Ali Fikri, S. Ag. (MA 1 Putra) dan K.M. Naqib Hasan (MA 1 Putri). Guru, masing-masing di sekolah induk 10 orang, dengan perincian 8 guru dari mata pelajaran sains, matematika, dan bahasa; 2 guru dari mata pelajaran agama. Siswa, masing-masing sejumlah 15% dari jumlah siswa. Diambil dari siswa kelas 1 dan 2. Untuk MA Putra berjumlah sekitar 75 siswa, sedang MA Putri berjumlah sekitar 100 siswi. Alumni: K. Zainuddin (Bragung) dan K.H.A. Washil Hasyim (Ganding). Tokoh masyarakat: Drs. H.M. Nurhamim Thoha (Plt. Kepala Kantor Departemen Agama Sumenep) dan H. Muhammad Rais, M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan Sumenep).
Kedua, Focus Group Discussion (FGD): terdiri dari 5 orang guru dan 15 siswa masing-masing dari Madrasah Induk. Guru yang mengajar sains, matematika, dan bahasa; sedang siswa adalah mereka yang mengisi kuisioner.
Ketiga, Wawancara: kepada mereka yang diberi kuisioner.
Selama berada di Annuqayah, tim diagnosis juga mencermati aktivitas santri sehari-hari dan berkunjung ke berbagai unit kegiatan santri.

Selasa, April 03, 2007

Maulid Nabi Muhammad saw. di Annuqayah


Pada hari Ahad tanggal 1 April 2007, pengurus Pondok Pesantren Annuqayah menyelenggarakan kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. dan Silaturahim Perwakilan Alumni/Simpatisan dan Wali Siswa Siswi SLTA di Lingkungan Madaris I Annuqayah. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Annuqayah di komplek kampus STIK Annuqayah. Kegiatan ini semula dirancang sebagai acara tahunan Yayasan Annuqayah untuk mengkoordinasikan perwakilan alumni/simpatisan PP Anuqayah seperti yang sudah lazim dilaksanakan, tetapi kemudian diperluas untuk mensosialisasikan Bantuan Biaya Pendidikan (BBP) dari Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk lembaga pendidikan tingkat SLTA di Annuqayah kepada para wali siswa. Karena itu, selain masyayikh di lingkungan Annuqayah dan perwakilan alumni/simpatisan, acara ini juga dihadiri oleh para wali siswa-siswi SLTA di lingkungan Madaris 1 Annuqayah (MA 1 Putra, MA Tahfizh, MA 1 Putri, SMA 1 Putra, dan SMK), yang semuanya berjumlah sekitar 1800 orang.

Agenda sosialisasi BBP ini merupakan usulan dari para Kepala SLTA, terkait dengan bantuan dari Pemkab mulai tahun pelajaran 2006/2007. Bantuan Biaya Pembangunan Pemkab Sumenep untuk lembaga pendidikan tingkat SLTA bernilai Rp. 45.000,-/siswa/bulan. Untuk empat lembaga SLTA di Madaris I Annuqayah semuanya berjumlah Rp 913.745.000,- (SMK tidak mendapatkan BBP). Ke depan, siswa tingkat SLTA di Annuqayah hanya dibebani sumbangan pembangunan sejumlah minimal Rp 36.000,- per tahun.

Dalam sambutannya, K.H. Moh. Ishomuddin AS sebagai wakil Dewan Masyayikh PP Annuqayah menjelaskan tata organisasi di Annuqayah, yakni Yayasan Annuqayah dan Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah. Oleh Dewan Masyayikh, Pengurus Pesantren diberi wewenang untuk mengkoordinasikan lembaga kependidikan dan kepesantrenan, sedangkan Yayasan diberi wewenang untuk mengurusi aset dan unit-unit usaha untuk mendukung kegiatan pendidikan dan kepesantrenan. Kiai Ishom juga memberikan gambaran kegiatan kepesantrenan dan tantangannya ke depan. Acara ini juga diisi dengan ceramah keagamaan oleh K.H. Thayfur Aliwafa, pengasuh Pesantren Assadat Ambunten.

Kamis, Maret 29, 2007

Kunjungan Executive General Manager Telkom Divre V Jatim ke Annuqayah


Pada hari Kamis pagi 29 Maret 2007 Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah menerima Executive General Manager Telkom Divisi Regional V Jawa Timur, Bapak Nanang Ismail Kosim, bersama rombongan. Selain bersilaturahim dengan Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah, kunjungan singkat pemimpin tertinggi Telkom di tingkat Jawa Timur ini di antaranya juga untuk meninjau Warung Internet yang akan segera beroperasi di Pondok Pesantren Annuqayah. Sebelumnya, Pengurus Pesantren Annuqayah, yang dalam hal ini diwakili oleh Yayasan Annuqayah, menerima pinjaman modal untuk membuka Warung Internet untuk santri/pelajar di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah. Ada dua unit Warnet yang akan dibuka, yakni untuk santri putra dan untuk santri putri. Masing-masing unit terdiri dari 4 PC. Warnet untuk santri putra berlokasi di sebelah barat Toko Yayasan, tepatnya di sebelah Kantor Herba Madura. Sedangkan Warnet untuk putri berlokasi di Perpustakaan MA 1 Annuqayah putri.