Sabtu, Juli 04, 2009

Nirmala Selenggarakan Haflah Akhir Sanah dan Wisuda Trisiska IX Pasca Pengabdian


Sumarwi, PPA Nirmala

GULUK-GULUK-Kamis (02/07) kemarin Pondok Pesantren Annuqayah daerah Nirmala menyelenggarakan Haflatul Akhir Sanah dan Wisuda Trisiska IX, bertempat di halaman utama Nirmala. Haflah kali ini ada sedikit perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni tidak ada pra-acara. Dalam kesempatan tersebut, hadir di antaranya K.H. Syafi'ie, Ustadz Rasyid, dua orang wali santri The Best dan Teladan, serta K.H. Syaiful Islam, penceramah asal Pakamban, Pragaan. Acara ini diisi dengan beberapa mata acara, yaitu pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci al-Quran, lantunan shalawat Nabi, prakata panitia, sambutan-sambutan, prosesi wisuda trisiska pasca pengabdian (guru tugas), penobatan santri teladan, ceramah agama, pemberian hadiah dan penutup.
Pelaksanaan haflah ini adalah program tahunan PP Annuqayah Nirmala sebagai puncak dari kegiatan Pekan Evaluasi dan Akhir Sanah.
Abd. Wasik Dasuki, ketua panitia kegiatan ini, mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya haflah adalah dalam rangka tasyakkuran, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt. Selain itu, sebagai ajang evaluasi, barometer atau tolok ukur yang akan mengukur sejauh mana kemampuan para santri setelah belajar selama lebih kurang satu tahun. “Tujuan yang terakhir ialah diharapkan kegiatan ini dapat menambah ilmu pengetahuan yang telah kami kemas dengan bentuk ceramah agama yang insya Allah akan disampaikan oleh Kiai Syaiful Islam,” tutur Wasik dalam salah satu sambutannya.
“Kegiatan ini adalah sebagai kegiatan puncak dari berbagai kegiatan sebelumnya yakni Pekan Orientasi dan Monitoring”kata A. Fadali, ketua pengurus Nirmala.
“Pada malam ini juga akan kami nobatkan santri Tauladan dan The Best, masing-masing satu orang”tambahnya.
Dalam sambutannya K.H. A. Hamidi Hasan, Pengasuh Harian PP Annuqayah Nirmala mengingatkan tentang pentingnya hidayah (petunjuk) ketika nanti pulang ke masyarakat. ”Hidayah sangat penting bagi kita sebab jika kita tidak memperolehnya, maka nanti ketika pulang ke masyarakat tidak akan membawa barokah tapi derekah (zhalim),” tuturnya.
”Pengertian takwa bukan hanya shalat dan puasa saja, akan tetapi ilmunya juga harus diamalkan, lebih-lebih nanti ketika nanti pulang ke rumah,” tambahnya.
Beliau berharap kepada seluruh santri agar tidak menggambarkan kerusakan seorang sosok santri di akhir zaman. ”Kerusakan yang terjadi di akhir zaman ditandai dengan ulama pintar, lebih suka berbicara dan berdebat, tapi tidak suka mendengarkan,” ujarnya.
Khairul Umam, 19, salah satu wisudawan asal Batu Ampar diberi kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan. Dia mengatakan bahwa tugas pengabdian selama satu tahun baginya punya nilai sama dengan kuliah tingkat S2, sebab para santri yang menjadi guru tugas bisa melakukan riset langsung ke sebuah kelompok masyarakat.
”Kita jangan pernah takut untuk mengabdi di masyarakat. Pengabdian itu adalah evaluasi bagi kita,” pesannya kepada seluruh santri.
K.H. Syaiful Islam yang hadir sebagai penceramah mengungkapkan tiga hal yang sering diungkapkan oleh para masyayikh di Annuqayah yaitu, pintar membaca al-Qur'an, pintar membaca kitab turats, dan akhlaknya baik.
”Mun taoh macah ketab cong, paggi’ neng e sowarge aton-tonton (kalau bisa membaca kitab nak, nanti di surga akan bergandengan tangan),” ungkapnya.
Tak kalah penting yang beliau sampaikan tentang pentingnya akhlak setelah nanti para santri terjun langsung ke masyarakat.
”Masyarakat itu tidak mengagungkan pengetahuannya, lancar membaca hadits, fasih membaca al-Qur'an dan semacamnya. Akan tetapi masyarakat lebih mengagungkan akhlaknya,” tutur kiai alumni Annuqayah Latee ini.
Acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah ranking kelas, lomba, dan terakhir penutup/do’a. Do’a dipimpin oleh K.H. Syafi’ie.
MC acara ini menggunakan tiga bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Ini sesuai dengan instruksi dari pengasuh utama Nirmala, Dr. K.H. M. Afif Hasan, M.Pd., walaupun beliau tidak bisa hadir di acara itu.

Tidak ada komentar: